Mencari Popularitas | Ariyanto

0
467
views
Foto : Ilustrasi Popularitas (Google Images)

INSUINHIL.org, TEMBILAHAN – Salah seorang ulama digenerasi tabiut tabi’in berkata “barang siapa yang berambisi menjadi terkenal justru dia akan terlupakan, barang siapa yang tidak ingin dikenal maka dia akan terkenal”. Begitulah popularitas. Siapa yang tidak ingin dikenal? semua kita ingin hidup dikenal dan terkenal. Itulah sebahagian realita kehidupan. Bahkan ada yang disibukkan dengan popularitas sampai kelewatan batas. karena itu ada orang-orang menjadi terkenal di atas dunia ini dan ada pula orang yang biasa-biasa saja tidak dikenal, ada pula orang yang hidup diatas garis yang lurus tidak terbawa arus kemewahan dan popularitas yang kadang menjatuhkan diri tanpa iman dan keiklasan.

Terlalu banyak kisah dahulu yang bisa kita ambil pelajaran. Suatu ketika Rasulullah pernah datang kesebuah masjid dan Rasul menayakan seorang perempuan tua yang bertugas membersihkan masjid itu. Saat itu beliau diberitahu bahwa perempuan itu sudah meninggal, maka beliaupun menegur orang-orang banyak, mengapa kematiannya tidak diberitahu kepada beliau, karena ketika itu nabi mengatakan, kematian perempuan tukang bersih masjid itu sama berharganya sama berharganya dengan kematian Panglima tentaranya. Beliau ingin menghadirinya, melayatinya dan mendoakannya.

Bisa kita bayangkan sahabat, betapa berharganya seorang tukang bersih masjid bagi Rasulullah, mungkin sebagian kita hanya mengangap hal yang biasa, tapi Rasulullah menyamakan kedudukan tukang bersih masjid tersebut bagaikan panglima perang. Seorang panglima bukanlah manusia biasa sebab tidak semua orang yang bisa diangkat menjadi seorang paglima. Mereka adalah orang-orang terpilih diantara banyak manusia. Begitulah betapa mulianya seorang tukang bersih masjid dimata baginda Nabi dan tentunya dimata agama.

Ada lagi kisah seorang manusia biasa, yang luar biasa sangat menggugah hati. Ia tidak dikenal orang banyak dibumi, karena ia bukan seorang yang hartawan bukan pula orang yang memiliki kekuasan, apa lagi ketampanan. Ia sangat minder dengan keadaanya itu, akan tetapi ia adalah salah seorang sahabat Nabi yang sangat mulia.Namanya Julaibib, Karena ketaqwaanya dan kesetiannya pada Rasulullah. Maka Rasulullah menyuruh julaibib untuk menikah, Julaibib berkata, “Wahai Rasulullah, aku ini lelaki yang tidak laku.” Namun Rasulullah saw. segera menjawab, “Tapi kamu di sisi Allah laku wahai Julaibib.”

Tidak lama Rasulullah meminang seorang gadis dari salah seorang sahabatnya.“Aku ingin meminang puterimu,” kata Rasulullah. Sahabat itu sangat bahagia. Siapa yang tidak bahagia ketika puterinya menjadi istri Nabi. “Baiklah wahai Rasulullah, ini merupakan sebuah penghormatan bagi kami,” jawab sahabat itu dengan sangat riang.

“Bukan untukku. Tapi untuk Julaibib,” kata Nabi. Sepontan wajah sahabat itu berubah ketika mendengar nama Julaibib. Kalau begit aku harus menanyakan dulu dengan ibunya, kata sahabat itu. sang istri terkejut saat mendengar berita dari suaminya. Terbayang dengan jelas dalam benak wanita itu sosok lelaki yang pendek. Jelek. Hitam. Dan tidak berharta. Dia yang akan menjadi menantunya nanti. Apa kata orang-orang, pikirnya.

Putrinya yang menyimak percakapan kedua orang tuanya dari bilik kamar segera keluar. “Ayah, ibu, bagaimana mungkin engkau menolak pilihan Rasulullah? Bukankah Allah berfirman, Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka?” jelas gadis itu. “Ayah, ibu, aku akan menikah dengan laki-laki pilihan Rasulullah.” Meski Julaibib penuh dengan kekurangan dimata kedua orang tuanya tapi bagi seorang wanita solehah pilihan Nabi itulah yang terbaik baginya. Tidak lama kemudian Julaibib menikahi gadis tersebut betapa bahagianya julaibib, karena ia mendapatkan gadis cantik dambaanya. Namun sesaat setelah menikah tibalah seruan untuk berjihad melawan kaum musyrikin bersama Rasulullah, julaibibpun bergegas ikut serta dalam perang Uhud. Akhirnya ketika perang berakhir Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, “kalian kehilangan siapa?” Ada sahabat yang menjawab, “Kami kehilangan Hamzah!” Ada yang berkata, “Kami kehilangan Mush’ab!”dan sebagainya. Tapi Rasulullah mengatakan, “hari ini aku kehilangan Julaibib” carilah Julaibib”. Ternyata Julaibib telah mati syahid sebagai syuhada.

Tak bisa dibayangkan tentunya, jejaka yang telah lama merindukan untuk menikah, akhirnya bisa menikah, namun datang seruan untuk berperang. Belumlah habis menikmati madu kebersamaan dengan sang istri, namun dipisahkan dengan kematian sebagai syuhada yang sangat bearti. Rasulullah sangat sedih, akan tetapi Rasulullah mengatakan betapa mulainya Julaibib karena ia telah dinanti bidadari di syurga yang kekal abadi.

Hidup memang tidak bisa diukur dengan popularitas, kekayaan dan kesenangan duniawi. oleh sebab itu kesenangan duniawi harus diiringi dengan agama. Jangan terpedaya dengan tampilan, karena itu bukan jaminan. Sedangkan agama adalah fitrah manusia yang semua orang harus kembali kepadanya. Karena sesungguhnya, nilai mahal manusia ada pada ketakwaannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara kalian.” (QS. al-Hujurat: 13)

Ariyanto,S.Psi.I

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here