Mencari Kebahagiaan Menurut Al-Qur’an Dan Sunnah | Resti Pahdian Mahya

0
667
views

ISNUINHIL.org, TAUSYIAH – Seandainya kita bertanya kepada orang-orang di sekeliling kita dari berbagai latar belakang status sosial, agama, suku, profesi dan sebagainya tentang cita-cita hidup di dunia dan akhirat tentu jawaban mereka sama yaitu “Kami Ingin Bahagia”. Bahagia adalah tujuan utama dan cita-cita setiap orang. Orang mukmin ingin bahagia begitu juga dengan orang kafir. Bahkan seorang pencuri pun ingin bahagia.

Meskipun semua orang ingin bahagia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hakikat bahagia yang sebenarnya dan tidak tau cara meraihnya. Berikut kiat kiat untuk mendapat kebahagiaan menurut al-qur’an dan sunnah.

Pertama,beriman dan beramal sholeh

Siapa yang beramal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaadn ia beriman, maka Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan kami akan membalas mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka amalkan” (Q.S.An Nahl:97)

Ibnu abbas RA meriwayatkan bahwa sekelompok ulama menafsirkan bahwa kehidupan yang baik dalam ayat ini adalah rezeki yang halal dan baik(halalan tayyiban), sayyidina Ali pun menafsirkan dengan sifat qana”ah (merasa cukup). adapun ali bin abi thalhah dan ibnu abbas meriwayatkan bahwa kehidupan yang baik itu adalah kebahagiaan.

Sebuah syair

“Aku melihat bahwa sifat qona’ah itu adalah kekayaan terbesar. oleh karena itu aku berpegang teguh atas prinsip ku.

Namun bukan berarti aku hanya berpangku tangan dan tidak berusaha sama sekali.

Sehingga aku menjadi orang kaya tanpa uang. dan aku berjalan di deapan orang orang bagaikan raja”.(kang sholeh,nasehat imam syafi’I lewat syair dan maqolah).

Kedua, banyak mengingat allah

Dengan berzikir kita akan senantiasa mendapatkan ketenangan sekaligus bebas dari rasa gelisah, galau, gundah gulana maupun problematika kehidupan.berzikir itu bisa juga dengan memperbanyak bacaan al qur’an. Firman allah “ketahuilah dengan ( berzikir) kepada Allah , niscaya hati akan merasa tenang” (Q.S Ar Ra’d:28)

Ketiga, bersandar kepada Allah

Dengan cara ini seorang insan akan memiliki kekuatan jiwa dan tidak mudah pesimis dan kecewa. Allah berfirman : “Siapa yang bertawakkal kepada Allah maka Allah akan mencukupinya” (Q.SATH THALAQ:3)

Keempat, Tidak panjang angan-angan tentang masa depan dan tidak meratapi masa silam

Jangan lah banyak berangan-angan tentang masa depan yang belum pasti karena dapar menimbulkan rasa gelisah oleh kesukaran yang belum tentu datang. Dan juga jangan lah meratapi kegagalan dan kepahitan masa lalu, jadikan lah itu semua sebagai pelajaran dan motivasi untuk kedepan nya karna apa yang berlalu tidak akan dapat di kembalikan semula.waktu tidak akan pernah bisa mengulang walaupun hanya satu detik.(ghofur hasbullah.sururul mukhtar bahgia itu pilihan)

Rasulullah saw. Bersabda :”bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan jangan lah lemah.bila menimpamu dari suatu perkara dari yang tidak disukai jangan lah engkau berkata “seandainya aku melakukan ini, niscaya aku begini dan begitu” akan tetapi katakanlah:”allah telah menetapkan apa yang Dia inginkan, Dia akan lakukan,” karna sesungguhnya kalimat “seandainya” itu membuka amalan syaithan” (H.R. Muslim)

Kelima, Melihat kebaikan bukan kekurangan diri

Lihat lah orang yang berada di bawah dari segi kehidupan dunia, misalnya dari segi rezekinya, karena dengan begitu kita tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan walaupun itu bernilai kecil.rasulullah SAW. Bersabda;”lihatlah orang yang berada di bawah mu dan jangan melihat orang yang ada di atas kamu karena dengan melihat ke bawah lebih pantas untuk kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang di limpahkan Nya kepada kamu” (H.R. Al-Bukhari-Muslim)

Keenam, Jangan mengharapkan ucapan terimakasih manusia

Ketika kita melakukan suatu kebaiakan baik itu materi ataupun tenaga jangan mengharapkan ucapan terimakasih atau balasan manusia. Berhraplah hanya kepada Allah. Para hukama mengatakan “sekiranya kita mengharapkan ucapan terimakasih dari manusia, niscaya kita akan menjadi sakit jiwa”

Firman Allah SWT.  “kami memberi makan kepada kalian hanyalah karena mengharap wajah allah, kami tidak menginginkan dari kalian balasan dan tidak pula ucapan terimakasih”(Qs Al Insan :9).

Bahagia Itu Pilihan, Kita yang harus menciptakan. Jika hujan ibarat kesulitan dan matahari ibarat kebahagiaan. Maka kita membutuhkan keduanya untuk melihat indahnya pelangi. Luruskan niat ,sempurnakan ikhtiar, mantabkan dengan do’a dan tawkkal kepada Allah. Maka kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat akan kita raih. Amin

_______________________________________

Resti Pahdian Mahya adalah Mahasiswa UNISI Jurusan FIAI Program Studi IAT

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here