Islam Melarang Bodyshaming | Dr. Ridhoul Wahidi, MA

0
366
views

ISNUINHIL.org, TAUSYIAH – Beberapa waktu lalu, saat menggendong anak paling bungsu, seseorang ibu dengan santainya berkata, “pak kemaren anaknya hitam, kok sekarang putih badannya?”. saya tidak menjawab sedikitpun dari pertanyaan ibu tersebut. saya heran saja, selama ini anak saya belum pernah ketemu dengan ibu tersebut dan boleh dikatakan tidak melihat perkembangan anak dari lahir sampai detik ini. timbul pertanyaan mendasar dari peristiwa ini, boleh ya dalam agama Islam melakukan hal tersebut.

Kemudian saya mencoba membaca beberapa literatur terkait peristiwa seperti ini. Alhamdulillah dapat dan akan diuraikan secara singkat dalam artikel ini. Tujuannya agar penulis khususnya, masyarakat umumnya tidak melakukan bodyshaming kepada apapun dan siapapun.

Tuhan menciptakan manusia dalam bentuk paling sempurna dan paling baik, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Qs. al-Tin: 4). Lalu,”kenapa manusia sebagai ciptaannya menganggap kekurangan dalam bentuk fisik manusia dijadikan sebagai bahan olokan?.” dalam pandangan penulis, persepsi kita selalu menganggap bahwa keterbatasan bentuk fisik manusia dianggap sebagai kekurangan bukan kelebihan, padahal Tuhan dengan jelas menjelaskan dalam ayat tersebut bahwa manusia diciptakan dalam keadaan paling sempurna.

Ternyata bodyshaming ini pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw. Sahabat Abdullah bin Mas’ud adalah sahabat yang memiliki betis yang kecil. Ketika beliau mengambil ranting untuk dijadikan siwak, angin berhembus dan menyingkap betisnya yang kecil, lalu para sahabat tertawa karena melihat betis Ibnu Mas’ud yang kecil. Rasulullah Saw menegur para sahabat dan berkata, “Apa yang membuat kalian tertawa?” Mereka menjawab, “Wahai Nabi Allah, karena kedua betisnya yang kurus.” Maka Rasulullah Saw bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya sungguh kedua betis itu lebih berat di timbangan daripada gunung Uhud.”

Sepenggal kisah dalam hadis ini menunjukkan bahwa mengolok dan menghina fisik adalah haram. Jika kita perhatikan, para sahabat tidak mengeluarkan kata-kata hinaan hanya tertawa saja, inipun hukumnya haram. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here