Hati | Mahdalina

0
369
views
           Mahdalina

ISNUINHIL.org, OPINI – Hati adalah salah satu anggota tubuh manusia yang terletak di bagian kiri atas ronga perut, yang merupakan suatu anuggrah Allah SWT. Yang diberikan kepada manusia  yang mana mempunyai kedudukan dan fungsi yang sangat penting dan utama, sebab hati berfungsi sebagi pengerak dan pengontrol anggota tubuh lainnya . apabila hatinya baik,  maka anggota badan yang lainnya akan ikut baik, sedangkan apabila hatinya jelek, maka anggota tubuh yang lainnya pun akan ikut jelek. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya: Ingatlah bahwa di dalam tubuh terdapat sepotong daging. Apabila ia baik, maka baiklah badan itu seluruhnya dan apabila ia rusak, maka rusaklah badan itu seluruhnya. Ingatlah itu adalah hati.

Allah SWT. Telah berfirman dalam surah Qaf ayat 37 yang artinya:” Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati”. Hati adalah sumber kebahgiaan dan kesengsaraan bagi manusia oleh karna itu apabila manusia mengiginkan kebahagiaan, maka ia harus bisa menjaga hatinya agar tetap bersih dan selalu beriman kepada Allah SWT.  Akan tetapi apabila tidak bisa menjaga hatinya, maka kesegsaraan dan kemurkaan Allahlah yang diperolehnya.

Hati terbahagi menjadi tiga macam, yaitu:  Yang pertama, Hati yang teguh dan tetap berbuat kebaikan, hati yang seperti ini adalah hati yang selalu beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Serta hati yang selalu bersih dari sifat-sifat jelik, seperti iri, sombong, syirik, bakil, buruk sangka, dan lain sebaginya. Allah SWT. Akan selalu  memberikan kemudahan, ketentraman dan petunjuk-Nya terhada hamba-hamba-Nya yang berbuat kebaikan dan selalu mengigat Allah SWT. Bahkan Allah SWT. Menjanjikan surga terhadap hamba-hambanya yang diridhai-Nya.

Yang kedua: Hati yang tetap dan teguh dalam berbuat kejelikan, hati yang seperti ini adalah hati yang selalu digunakan dalam berbuat kejelikan dan kemaksiatan. Orang yang seperti ini adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsu dan pengaruh setan yang mengakibatkan iman dan hatinya tersesat. Allah SWT. telah berfirman dalam surah Al furkan ayat 43-44 yang artinya: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya, maka apakah engkau dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu”.

Yang ketiga: Hati yang berada diantara kebaikan dan kejelikan, Hati seperti ini adalah hati yang berada diantara setan dan malikat. Saat hati tau jiwa berpihak pada setan, maka malikat akan menerang setan dan berusaha untuk mengajak manusia ke jalan yang benar dan saat hati atau jiwa lebih condong mengikuti malikat, maka akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk membujuk dan memberikan janji-janji terhada pengikutnya. Firman Allah SWT. Dalam surah An-Nisa ayat 120 yang artinya: “Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membagikan angan-angan kosong kepada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka”.

Dari ayat AL-Qur’an di atas, dapat kita ketahui bahwa Allah SWT. Adalah Dzat yang merajai hati dan jiwa manusia, sehingga dengan mudahnya Allah membolak-balikan hati manusia dari kesesatan ke bajikan dan dari kebajiak kepada kesesatan. Oleh karna itu, kita harus selalu berlindung kepada Allah SWT. Dari godaan setan yang terkutuk dan selalu mmemohon petunjuk-Nya, supaya kita menjadi manusia yang selamat dari siksa api neraka. Karna tidak ada seorang pun yang dapat menolong kita, kecuali Allah SWT. Allahu ‘Alam

Mahdalina adalah Mahasiswa Universitas Islam Indragiri Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, aktif menulis sejak di bangku SMA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here