Asap dalam Perspektif Al-Qur’an | Najamuddin Andika Saputra

0
449
views
Najamuddin AS

ISNUINHIL.org, Tausyiah – Saat ini Indonesia tengah dilanda musibah berupa kabut asap yang memenuhi beberapa wilayah di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Pemerintah dan seluruh masyarakat bahkan dibuat kewalahan lantaran hingga kini musibah kabut asap tersebut tak kunjung teratasi akibat kebakaran hutan dan lahan .Terkait dengan bencana asap, ternyata Al-Quran menyebutkan dalam surat Ad-Dukhan. Ad-Dukhan sendiri berarti ‘kabut’ atau ‘asap’.

Dalam surat Ad-Dukhan ayat 10 sampai 16, Imam bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada ibnu masud mengenai bencana kabut/asap yang menyebabkan kelaparan yang menimpa kaum Quraisy pada masa Rasulullah SAW .Kala itu kaum Quraisy menentang Rasul, tidak mau beriman, sombong dan mengingkari kebenaran sehingga Nabi Muhammad berdoa kepada Allah agar menimpakan kepada mereka kemarau seperti yang menimpa bangsa Mesir pada zaman Nabi Yusuf AS.Kemudian Allah pun menurunkan kepada mereka bencana kelaparan yang dahsyat sehingga mereka memakan bangkai dan tulang, serta diturunkan pula kabut asap di antara langit dan bumi. Seperti tertuang dalam Ad-Dukhan ayat 10 dan 11 yang Artinya: ” Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata (10). Yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih (11).

Para mufassir berbeda pendapat tentang maksud dukhan (asap/kabut) di ayat ini. Ada yang berpendapat, bahwa dukhan tersebut adalah asap yang meliputi manusia ketika neraka mendekat kepada orang-orang yang berdosa pada hari Kiamat, dan bahwa Dia mengancam mereka dengan azab pada hari Kiamat serta menyuruh Nabi-Nya menunggu hari itu. Hal ini diperkuat oleh jalan yang dilalui Al Qur’an dalam memberikan ancaman kepada orang-orang kafir dan menakut-nakuti mereka dengan hari itu dan azabnya, sekaligus menghibur rasul dan kaum mukmin agar menunggu azab yang menimpa orang yang mengganggu mereka. Hal ini juga diperkuat dengan firman-Nya, “Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal (sebelumnya pun) seorang rasul telah datang memberi penjelasan kepada mereka.” Ad dukhan 13. Hal ini diucapkan pada hari Kiamat kepada orang-orang kafir ketika mereka meminta kembali ke dunia lalu dikatakan bahwa waktunya telah hilang.

Syaikh As Sa’diy berkata, “Jika beberapa ayat ini turun menurut dua makna (kemungkinan itu), maka engkau tidak temukan dalam lafaz yang menolaknya, bahkan engkau menemukannya sama persis, dan inilah yang tampak dan rajih menurut saya”.

Dan dengan terjadinya  musibah asap Akibat kebakaran hutan dan lahan di sebagian pulau di Indonesia memang berbeda, tetapi memiliki esensi yang sama bahwa asap di sini adalah sesuatu cobaan. Banyak korban yang mengalami sakit, bahkan meninggal dunia, yang diakibatkan oleh asap, kasus ini merupakan akibat perbuatan manusia-manusia serakah yang hendak membuka hutan dan lahan sebagai perkebunan. Kebakaran yang terjadi disinyalir merupakan tindakan sengaja yang dilakukan secara terorganisasi, dan ini sudah terulang beberapa tahun.

Oleh karena itu hendaknya kita sebagai manusia sanantiasa selalu menjaga lingkungan dan tidak lagi melalukan pembakaran liar, menjaga alam beserta makhluk hidup yang ada di dalamnya buat keberlangsungan anak cucu kita nanti kedepan nya dan jangan sampai sifat tamak ada pada diri kita sehingga kita dapat merusak alam sekitar kita. Wallahul muwafiq ila aqwamithariq

Najamuddin Andika Saputra, Ilmu Al Qur’an Tafsir , Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indragiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here